Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Cara Mengatasi Blue Screen of Death (BSOD) di Windows 10/11

Minggu, 02 Maret 2025 | 11.22 WIB Last Updated 2025-03-02T04:22:31Z

Apa Itu Blue Screen of Death (BSOD)?

Blue Screen of Death (BSOD) adalah kondisi di mana sistem operasi Windows mengalami kegagalan kritis sehingga komputer harus dihentikan secara tiba-tiba. BSOD terjadi karena kesalahan perangkat lunak (software) atau perangkat keras (hardware) yang menyebabkan sistem tidak dapat berjalan dengan baik. Pada layar, biasanya muncul pesan error berwarna biru disertai dengan kode kesalahan tertentu.

 

Cara Mengatasi Blue Screen of Death (BSOD) di Windows 10/11

Penyebab Umum BSOD di Windows 10/11

Beberapa penyebab utama yang dapat menyebabkan BSOD di Windows 10/11 antara lain:

  1. Driver yang Tidak Kompatibel atau Rusak – Driver perangkat yang sudah usang atau tidak cocok dapat menyebabkan sistem crash.

  2. Kesalahan Hardware – RAM, hard drive, atau kartu grafis yang bermasalah dapat menyebabkan BSOD.

  3. Overheating – Suhu prosesor atau GPU yang terlalu panas dapat mengakibatkan sistem berhenti bekerja.

  4. Infeksi Malware atau Virus – Program berbahaya dapat merusak file sistem dan menyebabkan BSOD.

  5. File Sistem yang Korup atau Hilang – File penting Windows yang rusak atau hilang dapat membuat sistem gagal berjalan.

  6. Overclocking Berlebihan – Meningkatkan performa hardware secara ekstrem dapat menyebabkan ketidakstabilan sistem.

     

Cara Mengatasi BSOD di Windows 10/11

Berikut beberapa metode efektif yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi BSOD di Windows 10/11.

1. Restart Komputer dalam Mode Aman (Safe Mode)

Mode Aman memungkinkan Windows berjalan dengan driver dan layanan minimal, yang dapat membantu mengidentifikasi penyebab BSOD.

Langkah-langkah masuk ke Safe Mode:

  1. Tekan Win + R, ketik msconfig, lalu tekan Enter.

  2. Buka tab Boot, centang Safe Boot, lalu pilih Minimal.

  3. Klik OK dan restart komputer.

  4. Jika komputer berjalan normal dalam Safe Mode, kemungkinan ada masalah dengan driver atau perangkat lunak pihak ketiga.

     

2. Perbarui atau Kembalikan Driver yang Bermasalah

Driver yang tidak kompatibel atau usang sering menjadi penyebab BSOD.

Langkah-langkah memperbarui driver:

  1. Tekan Win + X, lalu pilih Device Manager.

  2. Cari perangkat dengan tanda seru kuning.

  3. Klik kanan perangkat tersebut dan pilih Update driver.

  4. Pilih Search automatically for drivers.

  5. Restart komputer setelah pembaruan selesai.

Jika BSOD terjadi setelah pembaruan driver terbaru, Anda bisa mengembalikan ke versi sebelumnya dengan memilih Roll Back Driver di menu Device Manager.

 

3. Jalankan Windows Memory Diagnostic

Jika BSOD disebabkan oleh masalah RAM, gunakan Windows Memory Diagnostic untuk memeriksanya.

Cara menjalankan Windows Memory Diagnostic:

  1. Tekan Win + R, ketik mdsched.exe, lalu tekan Enter.

  2. Pilih Restart now and check for problems.

  3. Windows akan menjalankan pemeriksaan RAM dan menampilkan hasilnya setelah restart.

     

4. Periksa dan Perbaiki File Sistem yang Rusak

Gunakan perintah SFC (System File Checker) untuk memindai dan memperbaiki file sistem yang rusak.

Cara menjalankan SFC:

  1. Buka Command Prompt sebagai administrator.

  2. Ketik perintah berikut dan tekan Enter:

    sfc /scannow
  3. Tunggu hingga proses selesai, lalu restart komputer.

Selain SFC, Anda juga bisa menjalankan DISM (Deployment Image Servicing and Management) untuk memperbaiki image sistem:

DISM /Online /Cleanup-Image /RestoreHealth
 

5. Uninstall Software yang Baru Dipasang

Jika BSOD terjadi setelah menginstal software tertentu, coba hapus software tersebut.

Langkah-langkah uninstall software:

  1. Buka Control PanelPrograms and Features.

  2. Pilih software yang baru diinstal.

  3. Klik Uninstall dan restart komputer.

     

6. Periksa Hard Drive Menggunakan CHKDSK

Kerusakan pada hard drive juga dapat menyebabkan BSOD. Gunakan CHKDSK untuk memeriksanya.

Cara menjalankan CHKDSK:

  1. Buka Command Prompt sebagai administrator.

  2. Ketik perintah berikut dan tekan Enter:

    chkdsk /f /r
  3. Ketik Y, lalu restart komputer agar proses pemeriksaan berjalan.

     

7. Cek Suhu Hardware

Jika komputer terlalu panas, sistem bisa mengalami BSOD. Pastikan kipas bekerja dengan baik dan bersihkan debu pada komponen.

Gunakan aplikasi seperti HWMonitor atau Core Temp untuk memeriksa suhu prosesor dan GPU.

 

8. Nonaktifkan Overclocking

Jika Anda menggunakan overclocking pada CPU atau GPU, coba kembalikan ke pengaturan default melalui BIOS.

Cara menonaktifkan overclocking:

  1. Restart komputer dan masuk ke BIOS dengan menekan tombol F2/F10/Del saat booting.

  2. Cari opsi Overclocking dan nonaktifkan.

  3. Simpan perubahan dan restart komputer.

     

9. Lakukan System Restore

Jika BSOD terjadi setelah pembaruan atau perubahan sistem, gunakan System Restore untuk mengembalikan ke kondisi sebelumnya.

Cara melakukan System Restore:

  1. Tekan Win + R, ketik rstrui, lalu tekan Enter.

  2. Pilih titik pemulihan sebelum BSOD terjadi.

  3. Klik NextFinish, lalu tunggu proses selesai.

     

10. Instal Ulang Windows

Jika semua cara di atas tidak berhasil, langkah terakhir adalah melakukan instal ulang Windows 10/11.

Langkah-langkah instal ulang Windows:

  1. Unduh Media Creation Tool dari situs resmi Microsoft.

  2. Buat USB bootable menggunakan Rufus atau Windows Installation Media.

  3. Boot komputer dari USB, lalu ikuti petunjuk instalasi.

  4. Pilih Keep personal files jika tidak ingin kehilangan data.

     

Kesimpulan

BSOD adalah masalah serius yang dapat mengganggu produktivitas pengguna. Namun, dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda bisa mengatasi BSOD dengan lebih mudah. Pastikan untuk selalu memperbarui driver, menjaga suhu komputer tetap stabil, dan menghindari software yang tidak terpercaya. Jika BSOD masih terjadi, mungkin ada masalah hardware yang perlu diperiksa lebih lanjut.